Menelusuri Jejak Macan Putih: Antara Mitos Prabu Siliwangi dan Fakta Ilmiah dari Tanah India

Senin, 29 Desember 2025 - Pukul 23:11 WIB



SUKABUMISATU.com – Bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya di Sukabumi, sosok Macan Putih bukan sekadar hewan liar. Ia adalah simbol keagungan, penjaga gerbang mistis Kerajaan Padjadjaran, dan sering dikaitkan dengan karisma Sang Prabu Siliwangi.

​Namun, di balik balutan mitos yang melegenda, apa kata dunia ilmu pengetahuan tentang satwa eksotis ini?

Bukan Mitos, Ini Fakta Ilmiahnya

​Secara biologis, Macan Putih bukanlah spesies hantu atau makhluk gaib. Mereka adalah harimau asli yang mengalami mutasi genetik langka yang disebut leucism.

​Berdasarkan riset ilmiah, seluruh populasi harimau putih yang ada di dunia saat ini memiliki garis keturunan yang merujuk pada satu titik asal: India.

Ditemukan Tahun 1951: Harimau putih pertama yang tercatat sejarah ditemukan di hutan Bandhavgarh, India, oleh Raja Rewa, Martand Singh.

Sosok Mohan: Anak harimau jantan tersebut diberi nama ‘Mohan’. Lewat Mohan inilah, gen resesif putih dikembangkan hingga akhirnya kini bisa dijumpai di berbagai penangkaran dunia, termasuk di Indonesia.

Bukan Albino: Berbeda dengan albino, macan putih tetap memiliki corak hitam atau cokelat tua. Hal ini karena mereka masih memiliki pigmen melanin, meski dalam jumlah terbatas.

Simbol Padjadjaran dan Sosok Dedi Mulyadi

​Di tanah Sunda, keberadaan Macan Putih tak bisa dilepaskan dari sejarah besar Kerajaan Padjadjaran. Ikon ini sering muncul dalam berbagai artefak dan dipercaya sebagai manifestasi perlindungan bagi rakyat Pasundan.

​Ketokohan ini pula yang sering diangkat oleh Dedi Mulyadi. Gubernur Jawa Barat yang kini menjadi tokoh publik terkemuka ini kerap menggunakan simbol “Maung” dalam setiap narasinya. Bagi Dedi, Macan Putih adalah representasi kesucian hati dan kekuatan dalam memimpin, sebuah nilai-nilai kearifan lokal yang harus tetap dijaga di era modern.

Viralnya “Maung” di Jawa Timur

​Daya tarik macan putih baru-baru ini kembali mencuat dan viral di media sosial. Namun kali ini bukan di alam liar, melainkan melalui sebuah patung di Kediri, Jawa Timur.

​Potret patung macan putih tersebut menjadi perbincangan hangat netizen karena bentuknya yang unik. Meski sering menjadi bahan candaan (meme) di jagat maya, fenomena ini justru membuktikan bahwa kecintaan dan perhatian masyarakat Indonesia terhadap simbol macan putih sangatlah tinggi terlepas dari kepopuleran Dedi Mulyadi saat ini.

Keunikan yang Mempesona

​Selain warna bulunya, macan putih memiliki keunggulan fisik dibanding harimau oranye pada umumnya:

​Mata Biru Safir: Efek dari mutasi genetik yang memberikan kesan misterius.

​Tubuh Lebih Bongsor: Mereka cenderung tumbuh lebih cepat dan besar sejak usia muda.

​Pemburu Malam: Dengan bulu pucatnya, mereka justru lebih efektif berkamuflase di bawah cahaya bulan saat berburu babi hutan atau rusa.

​Di Indonesia, Anda tidak akan menemukan mereka berkeliaran di hutan Gunung Gede Pangrango atau Hutan di Wilayah Sukabumi, melainkan di tempat konservasi resmi seperti kebun binatang, sebagai upaya menjaga kelestarian genetik mereka yang sangat langka (1 banding 10.000 di alam liar).

Sumber: Pugdundee Safaries

Editor: Demi Pratama Adiputra

Sumber Artikel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chinchilla, Hewan Menggemaskan yang Terancam Punah

10 Hewan Salju yang Hidup di Cuaca Sangat Dingin, Begini Cara Mereka Bertahan

5 Fakta Menarik Mengenai Harimau Putih, Spesies yang Langka!